Jumat, 28 Oktober 2016

PANITIA PERKEMAHAN LITERASI LAMONGAN 2016


Setelah Moderator kegiatan Seminar Literasi.
Salam Pramuka..!!,

Jumat, 14 Oktober 2016, bertempat di Waduk Gondang, saya datang di lokasi kegiatan pukul 14.00 WIB sebagai Panitia. ya maklum, karena sebenarnya saya hanya sebagai Panitia Pentas Seni. Nah, tugas saya sebenarnya baru mulai pukul 19.30 WIB di Malam hari. Tapi, rasanya kaki ini sudah mulai gatal dan tidak sabar untuk segera meluncur ke Bumi Perkemahan Waduk Gondang. Ya, hitung-hitung bantu-bantu kegiatan apa yang barangkali perlu bantuan saya. hehe.. :)

Jajaran Pelatih, Dari Kiri : Kak Arif, Kak Darsono, Kak Sunaryo, Kak Susilo


Tengah :  Kak Wafiq
Sebagai bahan informasi, Perkemahan Literasi 2016 ini merupakan pertama kali diadakan di Lamongan, bahkan di Jawa Timur dan mungkin di Indonesia. Perkemahan ini diikuti oleh seluruh perwakilan SMA/SMK/MA Negeri se-Kabupaten Lamongan dan SMA/SMK/MA Swasta pilihan yang ditunjuk oleh MKKS. Lebih tepatnya, berdasarkan data panitia seksi kesekretariatan, ada 57 Sangga Putra dan 55 Sangga Putri yang menjadi peserta pada Perkemahan Literasi kali ini.

Dalam perkemahan literasi ini, juga dihadiri oleh beberapa tamu dari Kwartir lain diataranya : Dewan Kerja Cabang dari Kwarcab Blitar, Gresik, Tuban, Bojonegoro, Pasuruan dan Dewan Kerja Daerah Jawa Timur. Juga, dihadiri oleh Perwakilan dari Kwarcab Batam, Riau dan KwarDa Maluku, bahkan yang merupakan kehormatan adalah Perwakilan dari Kepanduan Singapura.



Tengah : Kak Imam dan Kak Sujiati
Acara Perkemahan literasi ini dibuka langsung oleh beliau, Kak Fadeli, Bupati Lamongan sekaligus selaku Kamabicab gerakan Pramuka Lamongan, tidak lupa didampingi oleh ibu Kartika selaku Wakil Bupati dan juga Kak Yuhronur Efendi, Sekda Lamongan selaku KaKwarcab gerakan pramuka Lamongan.

kembali ke Laptop, hehe...
Mengenai tugas saya sebagai Pantia di Lamongan Literacy Scout's Camp (LLSC) 2k16 ini, akhirnya saya mendapat tugas untuk mempersiapkan pentas seni di malam pertama dan kedua pada perkemahan tersebut, tentu bersama kakak pelatih senior, kak Chayatun. Sebagai Pelatih junior, maka sudah barang tentu saya belajar banyak dari arahan-arahan beliau. Malam pertama, tugas penanggung jawab pentas seni dapat berjalan dengan lancar, dimulai pukul 19.30 WIB, sampai dengan 23.00 WIB untuk 29 Penampilan dengan batas durasi masing-masing penampilan selama 6 - 7 Menit.


Tengah : Kak Indah Rohana
Di hari kedua, karena ingin berperan aktif dalam membantu kegiatan, akhirnya saya mendapat tugas untuk menjaga pos 2 di kegiatan pengembaraan, bersama pelatih senior Kak Asemah. di Pos ini, menyiapkan tugas untuk karaoke dengan mengusung judul kegiatan "DUNIA DALAM NADA". di pos ini kami harus melaksanakan tugas dari pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB, dikarenakan jumlah peserta yang banyak dan rute yang berbeda antara Sangga Putri dan Sangga Putra.


Di Malam kedua, saya pun kembali bertugas di atas panggung untuk memandu jalannya kegiatan pentas seni sebagai sarana ekpresi sekaligus hiburan bagi para peserta setelah mengikuti kegiatan LLSC2K16 di siang hari. Di Malam kedua ini, yang tampil adalah sangga dengan nomor tenda 30 sampai dengan 57. Pun dengan aturan yang sama, durasi penampilan maksimal 6 - 7 Menit. tampilan demi tampilan terlalui dengan lancar seperti mobil yang melaju di Jalan tol Suramadu, tanpa ada hambatan. hehe... dan kegiatan Pentas Seni berakhir pada Pukul 23.15 WIB.


Kaos Hitam : Kak L. Subandi.
Selesai tugas Pentas Seni, saya pun membantu Seksi Keamanan untuk menjalankan Operasi Sapu Angin Jam Malam, hehe (nama Operasinya Keren, sekeren Operasi Para Polisi dalam pengamanan gitu deh), yaitu agar pramuka putra yang berada di wilayah putri, atau sebaliknya, baik peserta maupun pembina, agar segea kembali ke area masing-masing, demi keamanan dan kenyamanan bersama. Setelah melaksanakan Operasi Sapu Angin Jam Malam, saya pun beristirahat, kembali ke penginapan sederhana yang sudah disiapkan di depan Bumi Perkemahan.

Minggu, 16 Oktober 2016, kegiatan ditutup pukul 13.30 WIB dan kemudian segenap jajaran panitia mengadakan rapat refleksi kegiatan, kemudian membubarkan diri, kembali keharibaan Istri Pertiwi, hehehe...

Mudah-mudahan segala bentuk pengalaman dalam kegiatan LLSC2K16 ini dapat membawa manfaat dan segala kenagannya tidak mudah lekang oleh waktu. Terima kepada Kapusdik Kwarcab Lamongan, Kak H. Imam, atas kepercayaan yang diberikan kepada saya sebagai Panitia Seksi pentas Seni dan Acara Panggung.

Keterangan:
Foto - foto dalam tulisan saya ini, bersama jajaran pelatih adalah dalam rangka Survey Lokasi Wisata Edukasi Gondang (WeGo), Minggu Pagi, bersama jajaran pelatih yang telah usai tugas kepanitiaannya.
WeGo akan dijadikan prospek kedepan, inshaAllah akan menjadi salah 1 Bumi Perkemahan Andalan KwarCab Lamongan. 

Salam Pramuka...!!

Rabu, 26 Oktober 2016

TUGAS PELATIH di KMD BABAT 2016



Salam Pramuka...!!

Babat, 7 Oktober 2016, tepat pukul 14.00 WIB, saya telah tiba di MTs. Bustanul Ulum, Desa Trepab, Babat untuk melaksanakan tugas perdana sebagai Pelatih Pembina Pramuka dalan kegiatan Kursus Mahir Dasar (KMD) Pembina Pramuka yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Kepala Madrasah (K3M) MI kecamatan Babat.

Setelah melakukan seluruh tugas pengembaraan
Sebagai bahan informasi, saya lulus Kursus Pelatih Dasar (KPD) tahun 2014 yang kebutulaan diselenggarakan oleh Kwarda Jawa Timur, yang ditempatkan di Sanggar Pramuka Kabupaten Lamongan. Dari 46 Peserta KPD (ada yang dari Bojonegoro, Madura, Tuban, bahkan Batam, namun dominiasi tetap dari Lamongan), alhamdulillah saya dinobatkan sebagai Lulusan terbaik.

Foto Bersama saat Malam keakraban
Adapun Tim Teknis dalam kegiatan tersebut antara lain :
Kak Sujiati, Kak Wafiq, Kak Imam, Kak Darsono, Kak Priyo Utomo, Kak Asemah, Kak Kamijo, Kak Sunaryo, Kak Heru Prabowo, Kak Budi Dasa, Kak Zamroni, Kak Sri Welas, Kak Sukarseh dan Kak Susilo (saya sendiri tentunya, hehe.. :) )







Kelompok Hasyim Ashari setelah menyelesaikan Tugas Pos 1


Dalam kegiatan KMD tersebut, saya mendapat tugas untuk memberikan materi tentang Kode Kehormatan, Motto  dan juga kiasan dasar gerakan Pramuka.  Kemudian, karena saya termasuk dalam tim teknis golongan Penggalang, maka saya pun harus tetap di kegiatan tersebut sampai usai.
Dalam Kegiatan tersebut, saya juga mendapat tugas sebagai Pelatih Damping untuk Kelompok Diponegoro. Sebagai informasi, peserta KMD terbagi ke dalam 6 kelompok, dengan nama Pahlawan, setiap kelompok beranggotakan 9 atau 8 orang.

Dari Kiri : Kak Zamroni, Kak Sunaryo, Kak Susilo, Kak Sujiati dan Kak Heru
Selama seminggu menjalankan tugas ebagai tim teknis KMD, banyak hal yang saya pelajari dari berbagai karakter peserta pada KMD kali ini. Apalagi peserta KMD kali ini rata-rata sudah berusia diatas saya, kira2 rata-rata diatas usia 35. Sementara usia saya belum genap 30. Hehe... J
Semoga kenangan-kenangan indah di KMD ini tidak akan terlupakan oleh Tim Teknis maupun oleh Peserta.

Salam Pramuka..!!

Selasa, 28 Juni 2016

Surat Perpisahan Tamu Agung Ramadhan


Wahai Saudarakau

Aku akan pulang
Sudah setengah bahkan sepertiga bulan bertamu,
Namun seringkali aku ditinggal sendirian.Walau sering aku dikatakan istimewa,
Namun perlakuanmu tak luar biasa.
Oleh-olehku nyaris tak kau sentuh...
Alqur'an hanya dibaca sekilas, kalah dengan update status smartphone dan tontonanmu.
Sholat tak lebih khusyu, kalah bersaing dengan ingatan akan lebaran.
Tak banyak kau minta ampunan, karena sibuk menumpuk harta demi THR dan belanja Lebaran.
Malam dan siangmu tak banyak dipakai berbuat kebajikan,
Kalah dengan bisnis yang sedang panen saat Ramadhan.
Tak pula banyak kau bersedekah, karena khawatir tak cukup buat mudik dan liburan.

Wahai Saudaraku,
Aku seperti tamu yang tak diharapkan.
Hingga, sepertinya tak akan menyesal kau kutinggalkan.
Padahal aku datang dengan kemuliaan,
Seharusnya tak pulang dengan kesia-siaan.
Ketahuilah,
Percayalah,
Aku pulang belum tentu akan kembali datang,
sehingga seharusnya kau menyesal telah menelantarkanku.
Masih ada beberapa hari kita bersama,
Semoga kau sadar sebelum aku benar-benar pulang...
"Karena umurmu hanyalah cerita singkat yang akan dipertanggungjawabkan dengan panjang".
Bumi Allah, Ramadhan 1437 H

Saudaramu,
Ramadhan.

Selasa, 23 Februari 2016

JURI PUTRA PUTRI SEKOLAH SMAN 1 MANTUP

Sabtu, 20 Februari 2016. Ya, di tanggal tersebut, saya mendapat undangan dari OSIS dan PANITIA Pemilihan Putra Putri Sekolah SMAN 1 MANTUP untuk menjadi Juri Kehormatan dalam ajang Final Pemilihan tersebut. Alhamdulillah, saya masih bisa memberikan satu lagi sumbangsih bagi perkembangan pendidikan di sekitar. :)

Jauh sebelum acara Grandfinal ini sebenarny, sudah sebulan sebelumnya, pihak kesiswaan dari SMAN 1 Mantup, bapak Toha, telh menghubungi dan berkonsultasi dengan saya, terkait hala-hal yang berkaitan dengan proses seleksi, karantina, running acara dan lain sebagainya. dari sms, bertelfon hingga bertemu secara langsung. 

Sebagai seorang duta, (Saya sebagai Duta Wisata Yak Lamongan 2010, dan Duta Wisata Raka Jawa Timur 2011, hehe.. :), saya sangat bangga bahwa ternyata ajang di SMAN 1 Mantup tersebut sengajaa diadakan tiap tahunnya untuk pemilihan duta sekolah. baru pada tahun ini mereka berharap pemilihan semi seperti Pemilihan di ajang Yak Yuk Lamongan. maka, sebagaai pertimbangan saya memberikan konsep dan lain sebagainya kepada pak Toha dan juga panitia terkait penyelenggaraan acara Pemilihan Putra Putri Sekolah SMAN 1 Mantup ini.

Bersama Rekan dari Paguyuban Yak Yuk Lamongan,
Yak Sasongko, Yak Susilo dan Yuk Eva
Sebagai Juri Kehormatan 
Akhirnya, saya pun juga memberikaan beberapa kumpulan soal seleksi duta wisata kepaada Pak Tohaa dan OSIS, yang tentu juga dikolaborasikan dengan soal lain tentang sekolah dan lingkungan yang sudah disiapkan oleh Panitia Pemilihan. Seleksi pun hanya dilakukan dalam sehari, berdasarkan pertimbangan efektifitas waktu. Sebelumnya, panitia menjadwalkan setiap hari ada seleksi dengan 1 materi seleksi.  Maka, saya pun memberi pertimbangan dengan seleksi 1 hari, sistem bagi loncat, artinya 2 seleksi dilaksanakan bersamaan, yang sudah selesai bisa loncat ke seleksi yang lain, dan alhamdulillah diterima. :)

Masalah Koreo dan gerakan di Panggung, saya serahkan kepada rekan dari Paguyuban Yak Yuk Lamongan, Yak Sasongko. kebetulan dia adalah Alumni dari SMAN 1 Mantup. Sebagai Informasi, dia adalah Yak Persahabatan 2013. Dia dibantu oleh Yuk Eva, yang merupakan Yuk Favorit 2013. Kelas koreo dilaksanakan sebelum seleksi Tulis, hari Senin dan Selasa, 15 dan 16 Februari 2016.

Saya bertugas di seleksi Wawancara dan Presentasi ( Bersamaan dengan Seleksi Tulis dan Talenta), di hari Kamis, 18 Februari 2016, Pukul 09.00 - 11.30 WIB. Jumlah peserta yang melaksakan tes bersama saya, 9 Putra dan 9 Putri, yang merupakan saling berpasangan dari pasangan kelas masing-masing. Selesai tes, saya pun memberi sedikit koreksi dan bekal terhadap peserta, ya mungkin saja bisa bermanfaat, kan berbagi ilmu tidak ada salahnya, hehe... :)


Sabtu, 20 Februari 2016. Saya pun kembali datang ke SMAN 1 Mantup, untuk penjurian akhir di babak Grandfinal. sebagai informasi, bahwa ternyata dalam  grand final ini, hanya ada 1 Juara masing-masing kategori Duta. Kategori Duta-nya adalag : Duta Wisata, Duta Lingkungan, Duta Lalu Lintas dan Duta Favorit. Maka saya, beserta 2 rekan saya, hanya menilai untuk mendapatkan Juara Duta Wisata, sementara Duta-duta yang lain dipilih oleh dewan guru SMAN 1 Mantup. Pak Mugito, Kepala Sekolah SMAN 1 Mantup, menegaskan bahwa dengan kerjasama yang baik dengan Yak Yuk Lamongan di Pemilihan ini, semoga juara dari SMAN 1 Mantup bisa bersaing di ajang tingkat Kabupaten. Saya, dan rekan saya pun, mengamini.

Singkat kata singkat cerita, akhirnya kami selesai menunaikan tugas sebagai juri kehormatan. Dan akhirnya terpilihnya masing-masing Duta di SMAN 1 Mantup. Kami mengucapkan selamat kepada yang terpilih, dan bagi yang belum terpilih untuk tidak berkecil hati. Kami juga mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan kepercayaaan yang diberikan kepada kami. (terima kasih juga buat amplop beserta isinya, hehehehe....). Mudah-mudahan di tahun depan, kerja sama yang baik ini bisa dilanjutkan. Selamat dan Sukses Duta SMAN 1 MANTUP.


Kamis, 26 November 2015

IPARKU MENINGGAL DUNIA

Kematian,
Sudah pasti ia akan datang,
Entah malam entah siang, entah pagi ataupun petang
Kematian,
Adalah milik raga yang masih bertuan,
Kemudian ia datang, menghampiri, mencabut dan memisahkan
Maka sesungguhnya tiap makhluk yang bernafas akan merasakan,
Betapa sungguh kematian adalah akhir yang tak bias dielakkan.
Maka tiada lagi kesombongan,
Maka tiada lagi kepongahan,
Maka tiada lagi kecintaduniawian,
Semua menangis, semua menunduk, semua menyesal, semua meratap.
Namun, takdir Allah adalah kepastian,
Dan saat datang kematian, maka itu adalah keniscayaan.
Ta’ziyah inilah menjadi pengingat kita semua, bahwa hidup bukanlah suatu keabadian.

RAHMAT, nama kakak Iparku yang meninggal di hari ini,
terpukul hatiku menangis penuh sesak tiada henti,
Bukan karena Allah memanggilnya, karena aku tahu kematian adalah Hakiki.
Tapi, tangisku karena melihat 2 anak perempuannya yang masih usia sekolah,
Mereka harus menanggung beban hidup tanpa ayah,
Lalu saudara perempuanku, yang harus berjuang sendiri meneruskan hidup, tanpa suami.
Jalan mereka masih panjang sementara sang pencari nafkah telah berpulang,
Sungguh, tangisku bukan perkara aku tak rela akan kematian
Sungguh tangisku bukan karena aku tak ikhlas akan kepergian,
Tapi air mata dan sesakku karena melihat mbak dan 2 keponakanku,
Yang harus begitu cepat menanggung hidup sendiri, tanpa suami dan ayah mereka lagi.

RAHMAT, nama kakak Iparku yang meninggal di hari ini,
terpukul hatiku menangis penuh sesak tiada henti,
Karena dial adalah malaikat penolong bagi saudara perempuanku,
Dahulu,  saat masih dirundung pilu,
Ia datang penuh kasih dan rindu
Tapi waktu begitu cepaat berlalu,
Dan kini Kak Rahmat pun harus kembali pulang kepadaMu.
Rasa sesal dan sesak dalam hati, pastilah ada walau setitik
Tapi, kami sadar bahwa semua itu adalah takdir yang tak dapat kami tolak.
Akhirnya kami hanya mampu berdoa agar arwahnya diterima disisi Allah SWT.

RAHMAT, nama kakak Iparku yang meningal di hari ini,
terpukul hatiku menangis penuh sesak tiada henti,
Semoga engkau tenang disana kak,
Semoga engkau terang jalanmu menuju kehadiratNya,
Biarkan saja istri dan anak-anakmu akan kami rawat semampu kami,
Memang inilah jalan yang harus kami lalui, tanpamu lagi.


Gresik, Selasa Pahing, 24 Nopember 2015 

Kamis, 12 November 2015

TENTANG (PROVINSI) MADURA



Beberapa minggu ini, santer dikabarkan di beberapa Televisi dan Media nasional bahwa Rakyat Madura melalu badan yang dibentuk, Panitia Persiapan Pembentukan Propinsi Madura (P4M) akan mendeklarasikan Provinsi Madura, tentu jika semua persyaratan administratif yang ditetapkan oleh negara dapat terpenuhi.

PROVINSI MADURA HARGA MATI !!, bunyi spanduk yang terbentang sepanjang tol SuraMadu Pintu Bangkalan. Dari nada HARGA MATI, seolah-olah koq rakyat Madura merasa bahwa sudah sangat tidak nyaman selama bernaung di dalam Provinsi Jawa Timur. Ada apakah gerangan? apakah kesejahteraan warga Madura kurang diperhatikan? Pembangunan Infrastruktur kurang? Pembangunan SDM kurang? Penanaman Modal kurang? Entahlah. Yang jelas, mereka punya alasan untuk memisahkan diri, dengan dasar Undang-Undang Otonomi Daerah.

Namun, ada juga beberapa warga Madura, yang berdasarkan wawancara di beberapa media, mengatakan belum siap/ pesimis jika Madura berdiri sendiri sebagai provinsi. Alasannya, terkait sumber daya manusianya yang masih perlu dikembangkan pola pikirnya dan juga masih perlunya persiapan yang lebih matang dan perbaikan infrastruktur yang lebih baik lagi agar mempercepat proses perkembangan jika kelak memang menjadi provinsi Madura.

Setiap pendapat dan kebijakan tentu tidak lepas dari pro dan kontra. Anggota P4M tentu sudah memikirkan dengan cermat jernih dan teliti tentang segala sesuatu hal ikhwal yang menyangkut tentang Deklarasi Provinsi Madura ini sehingga mereka berani untuk terbuka seperti saat ini. Apapun hasil perjuangan dari anggota P4M ini, baik diterima atau ditolak sebagaai Provinsi baru, semoga merupakan yang terbaik bagi Jawa Timur dan Madura khususnya.

(JIKA) MADURA benar-benar lepas dari Jawa Timur dan menjadi Provinsi sendiri, PROVINSI MADURA, maka ada beberapa kerugian yang akan dirasakan oleh Propinsi Jawa Timur. Karena saya adalah Duta Wisata Yak Yuk Lamongan 2010 dan Juga Duta Wisata Raka Raki (IRARI) Jawa Timur Tahun 2011, maka saya hanya akan membahas dari aspek budaya dan pariwisata saja. Adapun kerugian aspek budaya dan pariwisata yang akan dirasakan oleh Provinsi Jawa Timur antara lain :

1.    Senjata Tradisional Propinsi Jawa Timur, yang sudah tercatat dalam RPUL, ATLAS dan lain-lain, harus dirubah, karena CELURIT merupakan senjata asli orang Madura. Masak iya kita menggunakan senjata khas dari propinsi lain. Ganti saja, misalnya, celurit dengan kata ARIT, karena kebanyakan orang Jawa Timur pasti punya ARIT. Atau senjata khas Jawa Timur kita gunakan Bambu Runcing, (hehe...) kan di Surabaya ada Monumen Bambu Runcing.
2.    Termasuk Lagu daerah, Tanduk Majeng, Ole Olang juga akan ditanggalkan sebagai Lagu Daerah Jawa Timur. Kan sama, itu lagu punya orang Madura juga. Ganti saja, misalnya dengan lagu Semanggi Suroboyo, Lir-ilir, atau Jembatan Merah, yang tidak ada unsur-unsur Madura. Atau tidak ada salahnya kita menetapkan Lagu Tombo Ati, atau Padhang Mbulan sebagai Lagu daerah, karena Provinsi Jawa Timur merupakan Bumi Wali. Ada 5 dari Wali Songo yang ada di Pulau Jawa, sebaga landasan historisnya.  
3.    Kesenian Daerah, agaknya tidak begitu berdampak, karena meskipun kehilangan atraksi Karapan Sapi, kita masih punya Reog Ponorogo dan Jaranan Kepang Dor Lamongan, dan lain-lain. Sangat tidak mungkin kita tetap memaki karapan sapi sebagai ikon Jawa Timur. kata anak muda jaman sekarang mah, kita gak bisa move on, kan Madura sudah meyatakan putus dengan kita (Jawa Timur).
4.    Dari segi Produk Lokal, agaknya Jawa Timur juga harus menanggalkan Atribut "Lumbung Garam Nasional". Kan, lumbung garame ada di Madura. Nah, mudah-mudahan itu bisa menjadi cambuk bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk terus memacu pengrajin garam di Gresik agar bisa kembali menyandang atribut tersebut. Tapi, juga tidak perlu berkecil hati, karena atribut lumbung toh masih tetap ada, yakni “Lumbung Padi Nasional”
5.    Dari Segi Kuliner, maka kita akan kehilangan satu ikon kuliner, yakni Sate Madura. Kita sudah tidak bisa mengklaim bahwa Sate Madura adalah kuliner dari Jawa Timur, karena tentu akan menjadi Branding Kuliner bagi Provinsi Madura kelak. Maka, ini adalah kesempata bagi kuliner lain untuk meroket agar mampu menggantikan ikon kuliner Sate Surabaya tersebut, semisal Lontong Balap, Semanggi Suroboyo, Soto Lamongan, Nasi Boran.
6.    Dari segi Pakaian Khas, kita juga akan kehilangan ikon Baju Sakera, Baju-Celana komprang hitam, dengan dalaman kaos putih kombinasi merah, dengan udeng berlobang di kepala. Tentu saja, pakaian ini akan menjadi branding baru Provinsi Madura. Juga, kita akan kehilangan ikon Batik Madura, yang saat ini kebanyakan dipakai di instansi-instansi pemerintahan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Bahkan, saya dulu ketika menjabat Duta Wisata Raka Raki Jawa Timur, selain menggunakan PKJ juga harus menggunakan Kain Batik Madura, sebagai pakaian kebesaran dalam bertugas. Tentu, ini bukan masalah yang besar sebenarnya, Karen sesungguhnya Jawa Timur punya seabrek batik local. Sebut saja Batik Sendang Lamongan, Batik Gedhok Tuban, Batik Banyuwangen, dan lain sebagainya.
7.    Sisi positif bagi pariwisata Jawa Timur adalah, Pemerintah Jawa Timur, khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Menjadi lebih fokus dalam mengurus dan mengembangkan potensi dan daya tarik wisata yang ada di Jawa Timur, agar tidak kalah bersaing dengan objek Wisata yang ada di (Provinsi) Madura. Termasuk juga dalam mengembangkan industri pariwisataa kreatif lainnya, agar tanpa Madura pun, Jawa Timur eksis di Bidang Budaya dan Pariwisata tidak terpengaruh secara signifikan.

Salam Pariwisata

SUSILO PRAMONO, S.Pd.

Duta Wisata Yak Yuk Lamongan 2010, Duta Wisata Raka Raki Jawa Timur 2011.


Selasa, 10 November 2015

SELAMAT HARI PAHLAWAN



Selamat Hari Pahlawan,
Selamat jalan para pejuang kemerdekaan,
Selamat berjuang para pejuang masa depan,

Selamat Hari Pahlawan,
Selamat karena kita sudah tidak hidup dalam medan perang
Selamat karena kita sudah tidak perlu lagi serang menyerang
Selamat karena kita sudah tidak lagi hidup dalam bayang-bayang

Selamat Hari Pahlawan,
Esensi perjuangan adalah demi masa depan
Meskipun beberapa pahlawan gugur, tak sempat menikmati kemerdekaaan,
Namun mereka yakin seyakin-yakinnya bahwa anak cucu mereka menikmati masa depan
Yang telah mereka perjuangkan sampai titik darah penghabisan
Dan harga diri pada waktu itu nilainya melambung di atas awan

Selamat Hari Pahlawan,
Semoga sejarah indah tentang perjuangan dan perlawanan,
bukan hanya sebatas menjadi cacatan.
Semoga nama yang belum tercatat dalam buku besar sejarah kepahlawanan,
Masih tetap dicatat sebagai Pahlawan,
Nama-nama pejuang yang berguguran, misalnya seperti :
Ngatinem, Paimen, Paijo, Suparjo, Sugondo, Ngateno, Ngaripan, Paiman,
dan nama-nama lain yang tidak seterkenal dan sebesar nama Bung Tomo dan Jenderal Sudirman,
Para rakyat-rakyat kecil dan prajurit-prajurit kecil itu, yang berperang sampai tiba kematian,
Semoga mereka pun mendapat jatah penghormatan yang sama dengan pahlawan besar lainnya.

Selamat Hari Pahlawan,
Pahlawan kini bukanlah tentang angkat senjata isi mesiu bidik musuh
Pahlawan kini bukanlah tentang agresi dan gerilnya bambu runcing dan senapan angin
Pahlawan kini adalah mereka yang mampu memberikan perubahan tanpa rusuh,
Pahlawan kini adalah mereka yang mampu memberikan hidup masyarakat miskin lebih terjamin.
Pahlawan kini adalah mereka yang mampu memberikan makan bagi yang kelaparan tanpa koar-koar.
Pahlawan kini adalah mereka yang memberikan teduh saat kehujanan tanpa tunjuk tangan.
Pahlawan kini adalah mereka yang memberikan besar bagi kemashlahatan umat.

Selamat Hari Pahlawan,
Terima kasih para Pahlawan
Hormat kami untukmu Para Pahlawan
Bangga kami untuk Para Legiun dan Veteran Perjuangan.
Salam Semangat kami, untuk Pemuda Penerus Perjuangan Perubah Masa Depan.

Senin, 09 November 2015

JIKA AKU MENUNTUT ISTRI




Jika aku menuntut istri untuk selalu setia kepadaku,
maka sangat adil rasanya jika aku pun harus setia kepadanya.

Jika aku menuntut hatinya hanya untukku,
maka sangat adil rasanya jika hatiku pun harus hanya untuknya.

Jika aku menuntut istri untuk pengertian kepadaku,
maka sangat adil rasanya jika aku pun harus pengertian kepadanya.

Jika aku menuntut istri untuk selalu perhatian kepadaku,
maka sangat adil rasanya jika aku pun harus perhatian kepadanya.

Jika aku menuntut istri untuk selalu menunaikan tugas dan kewajibannya,
maka sangat adil rasanya jika aku pun harus menunaikan tugas dan kewajibanku kepadanya

Maka, aku yakin istriku akan memberikan dan melakukannya, tanpa aku menuntut sedikitpun.
Aku mencintaimu, istriku.