Jumat, 05 Maret 2021

PANEN SAWAH

 Hawa seperti ini khas,

Hawa ceria senyum sumringah

Menyambut musim panen yang telah tiba


Suasana seperti ini khas,

Saat pagi menyapa, semua bergegas

Menuju sawah menuai padi dengan lekas

Menatap harapan yang sudah nampak jelas


Pemandangan ini khas,

Saat padi menguning, melambai,

Menantang sang tuan untuk segera dibelai,

Bahkan ada yang sudah terkoyak terkulai,


Musim seperti ini khas,

Bukan musim dingin ataupun panas,

Bukan musim salju ataupun kemarau

Inilah musim panen petani yang ditunggu.


Jalan seperti ini khas,

Jalan yang penuh dengan jemuran,

Jemuran padi, bukan jemuran pakaian,

Jemuran hasil sawah, bukan sembarang jemuran

Jalan yang tertutup dengan harapan perekonomian

Jalan ini, khas Jalan Panen,

Dimana tiada jalan seperti ini, kecuali panen


Panen,

Oh panen,

Mari memanen,

Selamat memanen,

Selamat berpanen,

Selamat berpesta panen.

Senin, 22 Februari 2021

PITUTUR LUHUR


*MONGGO DIWAOS SAE SANGET*

=========================

Manungso kuwi dititah padha,

Nanging yen masalah banda, dijatah bedha

Mulo wajib e ngupadaya lan dedunga

Entuk rejeki sepiro atine sing nrima

Ora usah iri lan meri rejekine kanca


Saiki padha akeh wong stress

Mergo uripe akeh sing ora beres.

Rino wengi mburu dunyo nganti rembes

Njur nganti lali agama lan atine ora dipaes

Malah remen nyalah-nyalahke tiyang sanes



Mula, aja padha gampang ngersula

Ngunu kuwi mundhak gelis tambah tua

Ilingana yen wong kang nrima umure dawa

Dehne wong kang sulaya, uripe bakal rekasa

Wong kang sabar, rejekine bakal jembar

Wong kang ngalah, uripe bakal barokah

Sapa sing jujur, uripe bakal makmur

Sapa sing telaten, tembe mburi bakal panen

Dehne sing sombong amale bakal kobong


Jamane wis zaman tua

Akeh manungsa wis angel ditata

Babagan tuntunan lan agama

Senengane malah padha gawe dosa

Tumindak dosa saben dina padha ora krasa

Sithik-sithik ora krasa, ora ketara

Suwi-suwi dadi cetha, sansaya wus dadi kulina

    

Sing podho ati-ati, iling lan waspada

Menowo sira gegojegan karo kanca

Ngerasani tanggane, ngojah salahe wong liya 

Kadhang ora rumangsa yen awake gawe dosa



Ayo mumpung turung telat, enggal padha tobat

Timbang sira mbesok kena siksa akhirat

Imane ayo dijaga sing luwih kuat

Aja nganti gampang karidu marang maksiat


Rumangsane mung dosa sepele, ora digatekne

Nanging gedhe akibate marang awake dhewe


Mumpung isih urip, ngibadaho kanthi tertib

Ngelingana yen wes mati, Ora bakal iso bali

Mumpung isih waras, ngibadaho kanti ikhlas

Ngelingana yen wes lara, ora bisa apa-apa

Mumpung isih longgar, ngibadaho kanti sabar

Ngelingana yen wis repot ibadah rasane abot


Pungkasane sopo lan opo wae awakmu mula OJO DUMEH


Cekap semanten Pituture pinisepuh Jawa

Mugi manfaati kangge pepenget kita sedaya


Mangga digetok-tularno nang para kadang/dulur sedaya. Nuwun. 🙏

Gampang Mencintai, Mudah Membenci

Sebagaimana orang jatuh cinta, tak tahu entah mengapa, yang penting terus mencintai bahkan menutupi (kesalahan), karena cinta tak butuh alasan. Hanya penghianatan yang dapat mengakhiri.

Pun demikian, dengan orang yang benci, tak butuh alasan, yang penting terus saja cari kesalahan untuk tetap membenci, karena benci tak mengerti penjelasan. Hanya hidayah Tuhan yang dapat membuka hati.

Manusia, Gampang Mencintai, pun mudah Membenci. 🙏

Rabu, 28 November 2018

WONG GAK ISO OJO MOK SENENI, OJO MOK KON PREI

Wong gak iso nulis, kudu sering latihan nulis ben iso nulis, lan tulisane iso apik. Iyo ta gak lur dulur? Lek dikon prei nulis, kapan isone nulis?

Wong gak iso moco, yo kudu terus latihan moco ben iso lancar. Lah nek dikon prei moco, kapan isone moco. Nggeh ta lur?

Wong gak iso ngitung, kudu sering belajar ngitung ben iso ngitung lan apal itung-itungan. Iyo ta gak lur? Lek dikon prei ngitung, kapan ahline ngitung??

Wong gak iso sepedaan, kudu sering sepedaan ben iso mahir sepedaan, gak ngono ta lur? Lah nek dilon prei sepedaan, kapan isone mahor sepedaan??

Wong sing gak iso ngaji, kan yo kudu sering ngaji ben lancar ngaji lan iso apik harokat-tajwid e, mboten ngoten ta lur dulur? Lah nek dikon prei ngaji, kapan isone ngaji?
.
Lah, intine, wong sing gak iso nyanyi, yo kan kudu sering nyanyi ben iso nyanyi tepak nada, vokal, intonasi lan ekpresine, lak ngoten seh lur dulur?

Kulo niki mboten saged nyanyi, tapi seneng nyanyi, dadine sering nyanyi sak karepe dewe. Mula, ojo dikomen sing negatif lur., Ning yo diewangi ben iso nyanyi sing bener.

Lah, nek aku dikon prei nyanyi mergo gak iso nyanyi, lah aku kapan iso nyanyine lur??
Padahal pingin iso nyanyi ben koyo Gilang Dirga, Nassar, Fildan, koyo wong-wong ngunu kuwi.

JURUS MEMINTA

.
Anak kecil,  kalau sudah mau sesuatu,  ia pasti meminta kepada orang tuanya.
Kalau belum dikasih,  ia pasti merengek-rengek meminta yang diinginkan.
Kalau masih belum dikasih lagi,  ia pasti nangis-nangis kecil,  "misek-misek"  agar dituruti keinginannya.
Kalau masih belum dikasih juga,  ia pasti keluarkan jurus ampuh,  nangis sejadi-jadinya.
Minta dan terus meminta.
Kalau masih belum dituruti,  mungkin memang hal yang diminta dirasa tidak baik untuk sang anak kecil.
.
Seorang hamba,  jika inginkan sesuatu,  maka mintalah kepada empunya segalanya,  Allah,  berdo'a.
Kalau belum dikasih,  lebih dekat mintanya, berdo'a.
Kalau belum dikasih juga,  sambil nangis mintanya, berdo'a.
Kalau masih belum dikasih juga, lebih seringlah nangis dihadapan Allah, berdo'a.
Kalau ternyata masih belum dikasih juga,  mungkin bagi Allah,  apa yang kau minta tidak baik bagimu.
Dan Allah Maha Mengetahui atas apa yang terbaik bagi hambaNya.
.
Jangan sombong. Jangan songong.
Mintalah dengan berdo'a.
Jangan malas untuk meminta kepada Allah,
Sebagaimana anak kecil tidak bosan minta kepada orang tuanya,
Jadilah hamba yang "manja" hanya kepada Allah,  dengan rajin "minta" dengan do'a.
Do'a,  berdo'a,  terus berdo'a, selalu berdo'a.
#SelfReminder

ENERGI POSITIF


Waktu itu, dalam perjalanan arah balik dari kantor Imigrasi Jl. Tendean  ke Tebet Timur, ditengah jalan ternyata hujan turun deras sekali.
Saya terpaksa meneduh dibawah jalan layang, karena saking derasnya hujan dan ada puluhan motor melakukan hal yang sama.

Disamping saya, ada seorang ayah yang juga memarkirkan motor bebeknya.
Ia kemudian berdiri disamping saya.
Dia seorang ayah dengan anaknya berusia kurang lebih 10-12 tahun.
Sang anak badan-nya sudah kuyup berdiri merapat badannya ke ayah-nya, tampaknya  kedinginan.
Posisi kami yang disisi jalanan dan meletakan motor dipinggir jalan (raya) membuat jalanan menjadi menyempit dan menjadi agak macet bagi pengendara mobil.
Karena deras, air menggenang naik cepat sehingga sejajar trotoar tempat kami berdiri.

Tiba-tiba, ada mobil Innova melaju dengan kecepatan tinggi di dekat kami.
Hal itu membuat siraman air kotor muncrat membasahi hingga tubuh kami.
Semua orang menghujat seketika.
Termasuk saya dan sang anak kecil di samping ayahnya tadi !!!.

Nampak sang ayah berusaha menenangkan anaknya.
Saya yang berdiri disampingnya tak kuasa untuk tidak mendengarkan percakapan ayah dan anak ini.

"Sudah nak, jangan marah-marah memaki begitu, gak baik itu, hayo sabar dan memaafkan" kata ayahnya santun walupun separuh kakinya juga terkena cipratan air.

"Tapi dia kurang ajar, Pa !"  dia kotori orang-orang, si anak berargumen.
"Sombong bener pakai mobil tanpa menghargai orang"

"Ya sudah, selesaikan marahnya ya.
Marah dan memaki itu tidak pernah menyelesai-kan masalah"  sang ayah berkata tetap dengan nada santun.
"Begini Nak, kita marah itu mengeluarkan energy negative dari diri kita.
Ingat, dunia ini bulat...... dan ingat satu lagi energy itu kekal.
Sekali energy itu tercipta, mereka akan terus ada dan karena kehidupan itu berputar, energy itu akan kembali ke diri kita sendiri"

"Apa yang kamu berikan pasti akan kembali lagi ke kamu.
Jadi kalau kamu memberikan kebaikan kepada semesta, kepada orang lain, sesungguhnya kamu memberikan kebaikan kepada diri kamu sendiri.
Kalau kamu memberikan energy negative kepada orang lain, sesungguhnya kamu sedang memberikan "kesialan" dalam hidupmu".

Saya terdiam termangu mendengarkan dan sang ayah melanjutkan.

"Mulai sekarang kamu harus bisa mengeluarkan energy hanya yang positif saja
Misalnya, do'akan orang tadi agar selamat sampai di rumah.
Ingat selalu Ikhlas dalam berdoa, ikhlas itu energynya positif.
Do'akan semua orang yang berteduh di sekeliling sini juga agar selamat sampai dirumah dan tidak terkena penyakit".

Do'akan pengemis dipinggir jalan.
Do'akan apa yang kamu lihat.
Do'akan anak sekolah yang baru pulang.
Do'akan tukang sapu jalanan.
Do'akan anak2 yatim-piatu yang sangat membutuhkan bantuan mu
Jadi semua yang kamu lihat do'akan.
Percayalah hidupmu akan lurus, mudah, dan selamat dunia akhirat".

"Mama mu juga demikian, bahkan selagi menanak Nasi dia berdo'a, dia ucapkan doa baik buat Petani yang menanam, do'akan Pedagang yang berjualan, do'akan Pengendara yang membawa beras ini, do'akan Petani yang menggiling padi menjadi beras".

"Bahkan Ikan yang dimasakpun mama selalu mendo'akan, sehingga apa yg kita makan sudah di syukuri sudah di ikhlaskan, sudah di seimbangkan.
Kamu ngerti kan ?"

Sang ayah mencoba menekankan perkataannya agar si anak faham.

Anak tadi termangu, begitupun saya yang turut mendengar.
Tak lama ayahnya menerima telpon tanpa saya jelas mendengar percakapanya, hanya beberapa kata terdengar oleh saya :  ....... "Iya, saya dibawah fly over, iya, iya, iya ...".  hanya itu yang saya dengar.
"Berapa ?  ....... 5 menit, iya kami tunggu".

Hujan tidak reda juga dan enam menit kemudian, sebuah Alphard warna hitam tepat berhenti didepan mereka dan pintu terbuka.
"Mamaaa .....!!!!"  kata sang anak sambil naik kemobil tersebut.
Kemudian supir mobil tersebut keluar, bertukar posisi dengan sang ayah.
Sang supir membawa motor dan sang ayah mengemudikan mobil tersebut.

Saya termangu lama menyaksikan fenomena ini, ada beberapa orang juga yang memperhatikan seperti saya.
Sang ayah santun sekali, karena kami semua disapa dengan kalimat, "permisi, mohon maaf ya, kami duluan, permisi".
Hampir ke semua orang yang ada disekitar dia dan ada beberapa yang dia salami.

Melihat itu pikiran saya melayang, eehhhmmm ....... rupanya ini TRAINING DAY sang ayah ke anaknya untuk melihat sisi lain dari kehidupan, entah mengapa saya merasa malu, saya tutup wajah saya dengan helm, saya senang sekali pelajaran parenting yang diajarkan olehnya ke anaknya.

Saya berkata dalam hati, "Terima kasih yaa Alloh ..... Alhamdulillah, hari yang luar biasa untuk  pelajaran Mu yang didapat"

Berpikir dan berkata positif tentang orang lain ataupun untuk diri sendiri itu penting...Karena pikiran positif dan perkataan positif akan kembali kepada dirimu sendiri. . . . 


.
.
Sengaja saya abadikan tulisan yang saya dapat dari kiriman WA ini (yang mungkin juga copy paste and share, hehehe..) , siapa tahu dikemudian hari bermanfaat.

MERAYU TAKDIR



Sekuat apapun kau genggam, dia akan hilang bila ia bukan ditentukan sebagai hakmu.
Meski banyak yang ingin merampasnya dari tanganmu, bila dia takdirmu, maka tak seorang pun bisa mengambilnya darimu.

Jika dalam cintamu hatimu lebih sering terluka daripada digembirakannya, maka lepaskanlah dia dari genggaman ingatanmu yang penuh kekhawatiran.

Jika dia memang cinta sejatimu, dia akan kembali sebagai belahan jiwa yang memuliakanmu.

Tapi, jika dia tak pernah kembali, memang dari awal dia tak pernah direncanakan bagimu, hapuslah sedihmu, indahkanlah dirimu, dan harumkanlah ruang tamu dihatimu bagi cinta yang baru.

Jika MULAN tidak hadir dalam RT Ahmad DHANI, tentu saja MAIA tidak akan bertemu IWAN Mursy pria konglomerat yang sebentar lagi akan menikah di Jepang (katanya Sudah Menikah).
Hadiah berupa jet pribadi jam miliaran dll, mungkin hal itu tak akan Maia dapatkan jika masih bersama Dhani. Pada Iwan, Maia mendapatkan segalanya. Dan itu adalah sebuah pencapaian finansial yang tentu saja Mulan tidak miliki, tidak ia dapatkan pada Ahmad Dhani, namun MULAN mendapatkan hal lain yang Maia tidak dapatkan berupa jalan HIDUP MULIA yaitu HIJRAH bersama suaminya.

Tidak ada satu pun manusia yang SEMPURNA begitu pula kisah hidup yang sempurna, tidak akan ada kepahitan hidup tanpa HIKMAH menanti. Seperti halnya kebahagiaan yang tak selamanya pun juga kesedihan yang tak seterusnya.

Namun terkadang manusia sering kali mengambil alih peranan TUHAN sebagai HAKIM dalam kehidupan orang lain.

Mereka menilai lalu memvonis, MELIHAT LALU MEMBULLY dan begitu hebatnya mata MANUSIA, sehingga terkadang dia LUPA KOTORANNYA masih menempel didepan pelupuk matanya.

Mereka lupa pepatah, sering menghina akan terhina. sering mencibirkan hidup orang, kehidupannya pasti akan jadi bahan tertawaan orang, kelak.
Sebagaimana kamu jahat pada orang, kamu juga pasti akan diperlakukan buruk oleh orang lain.

Mulan Dhani - Maia Iwan sedang menikmati takdirnya, tapi anehnya ada hati yang iri dengki dengan kebahagiaan mereka, SIAPAKAH MEREKA ? Mereka adalah orang-orang yang suka NYINYIRIN hidup orang, padahal belum tentu juga takdirnya akan indah dihari berikutnya.

Manusia merancang menulis masa depanya yang indah, Allah Maha Kuasa bisa menghapus, menambah membelokkan bahkan membalikannya semua yang manusia tulis, karena Allah Maha MENGETAHUI jalan hidup terbaik sementara kamu tidak mengetahuinya.

"Nahnu Mudabbir, Wallahu Muqaddir "
Kita hanya punya rencana, tapi ALLAH-lah yang menentukan segalanya.

So, jangan menangis memohon memaksakan jodohmu, juga jangan membusungkan dada bangga telah memiliki teman hidup.

Rayulah takdirmu agar indah dalam setiap munajat cintamu, jalanilah dengan ikhlas apapun itu bila sudah menjadi ketentuan-Nya.
Ucapkanlah dalam rintihan khusyu'mu: "Ya Muhawwilal haal, hawwil haalana ilaa ahsanil haal". wahai Dzat yang merubah-rubah keadaan, rubahlah keadaanku pada keadaan yang lebih baik."

Dhani-Mulan, Iwan-Maia, semoga selalu ingat bahwa Allah yang mengirimkan derai airmata, Allah juga yang akan membahagiakan.
Dekatkan diri kepada Allah, pasti selalu ada kabar gembira untukmu setelah itu...

Semoga ALLAH memberi kita KEBAHAGIAAN
Aamiin

Oleh :
Almh. Deli Akustria 5 November 2018
 
ini adalah tulisan beliau sebelum meninggal 25 Nopember 2018 lalu.
Semoga beliau Khusnul Khotimah. Amin
 😥😥😥😥😥

Rabu, 15 November 2017

PAHLAWAN



Perjuangan panjang penuh perlawanan,, pengabdian dan pengorbanan

Akhir hayat kami menjadi saksi gigihnya semangat berjuang kami, para Pahlawan

Harapan kami membentang luas seluas angkasa tentang kemerdekaan dan kebebasan

Lahir dan Bathin kami, Jiwa dan raga kami, telah kami persembahkan kepada Ibu Pertiwi

Apapun penghalang tujuan, telah kamiporak-porandakan, walau nyawa kami jadi taruhan

Walau sungguh sangat begitu berat kamiharus kehilangan harta, keluarga dan nyawa

Apakah semua yang telah kami perjuangan akan sia-sia olehmu di masa kini?

Nama kami tercatat dalam sejarah dan museum, pun catatlah di hatimu, dan teruskan perjuangan kami, dengan cara yang berbeda.


(Dalam rangka mengenang Hari Pahlawan, 10 November)

Jumat, 28 Oktober 2016

PANITIA PERKEMAHAN LITERASI LAMONGAN 2016


Setelah Moderator kegiatan Seminar Literasi.
Salam Pramuka..!!,

Jumat, 14 Oktober 2016, bertempat di Waduk Gondang, saya datang di lokasi kegiatan pukul 14.00 WIB sebagai Panitia. ya maklum, karena sebenarnya saya hanya sebagai Panitia Pentas Seni. Nah, tugas saya sebenarnya baru mulai pukul 19.30 WIB di Malam hari. Tapi, rasanya kaki ini sudah mulai gatal dan tidak sabar untuk segera meluncur ke Bumi Perkemahan Waduk Gondang. Ya, hitung-hitung bantu-bantu kegiatan apa yang barangkali perlu bantuan saya. hehe.. :)

Jajaran Pelatih, Dari Kiri : Kak Arif, Kak Darsono, Kak Sunaryo, Kak Susilo


Tengah :  Kak Wafiq
Sebagai bahan informasi, Perkemahan Literasi 2016 ini merupakan pertama kali diadakan di Lamongan, bahkan di Jawa Timur dan mungkin di Indonesia. Perkemahan ini diikuti oleh seluruh perwakilan SMA/SMK/MA Negeri se-Kabupaten Lamongan dan SMA/SMK/MA Swasta pilihan yang ditunjuk oleh MKKS. Lebih tepatnya, berdasarkan data panitia seksi kesekretariatan, ada 57 Sangga Putra dan 55 Sangga Putri yang menjadi peserta pada Perkemahan Literasi kali ini.

Dalam perkemahan literasi ini, juga dihadiri oleh beberapa tamu dari Kwartir lain diataranya : Dewan Kerja Cabang dari Kwarcab Blitar, Gresik, Tuban, Bojonegoro, Pasuruan dan Dewan Kerja Daerah Jawa Timur. Juga, dihadiri oleh Perwakilan dari Kwarcab Batam, Riau dan KwarDa Maluku, bahkan yang merupakan kehormatan adalah Perwakilan dari Kepanduan Singapura.



Tengah : Kak Imam dan Kak Sujiati
Acara Perkemahan literasi ini dibuka langsung oleh beliau, Kak Fadeli, Bupati Lamongan sekaligus selaku Kamabicab gerakan Pramuka Lamongan, tidak lupa didampingi oleh ibu Kartika selaku Wakil Bupati dan juga Kak Yuhronur Efendi, Sekda Lamongan selaku KaKwarcab gerakan pramuka Lamongan.

kembali ke Laptop, hehe...
Mengenai tugas saya sebagai Pantia di Lamongan Literacy Scout's Camp (LLSC) 2k16 ini, akhirnya saya mendapat tugas untuk mempersiapkan pentas seni di malam pertama dan kedua pada perkemahan tersebut, tentu bersama kakak pelatih senior, kak Chayatun. Sebagai Pelatih junior, maka sudah barang tentu saya belajar banyak dari arahan-arahan beliau. Malam pertama, tugas penanggung jawab pentas seni dapat berjalan dengan lancar, dimulai pukul 19.30 WIB, sampai dengan 23.00 WIB untuk 29 Penampilan dengan batas durasi masing-masing penampilan selama 6 - 7 Menit.


Tengah : Kak Indah Rohana
Di hari kedua, karena ingin berperan aktif dalam membantu kegiatan, akhirnya saya mendapat tugas untuk menjaga pos 2 di kegiatan pengembaraan, bersama pelatih senior Kak Asemah. di Pos ini, menyiapkan tugas untuk karaoke dengan mengusung judul kegiatan "DUNIA DALAM NADA". di pos ini kami harus melaksanakan tugas dari pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB, dikarenakan jumlah peserta yang banyak dan rute yang berbeda antara Sangga Putri dan Sangga Putra.


Di Malam kedua, saya pun kembali bertugas di atas panggung untuk memandu jalannya kegiatan pentas seni sebagai sarana ekpresi sekaligus hiburan bagi para peserta setelah mengikuti kegiatan LLSC2K16 di siang hari. Di Malam kedua ini, yang tampil adalah sangga dengan nomor tenda 30 sampai dengan 57. Pun dengan aturan yang sama, durasi penampilan maksimal 6 - 7 Menit. tampilan demi tampilan terlalui dengan lancar seperti mobil yang melaju di Jalan tol Suramadu, tanpa ada hambatan. hehe... dan kegiatan Pentas Seni berakhir pada Pukul 23.15 WIB.


Kaos Hitam : Kak L. Subandi.
Selesai tugas Pentas Seni, saya pun membantu Seksi Keamanan untuk menjalankan Operasi Sapu Angin Jam Malam, hehe (nama Operasinya Keren, sekeren Operasi Para Polisi dalam pengamanan gitu deh), yaitu agar pramuka putra yang berada di wilayah putri, atau sebaliknya, baik peserta maupun pembina, agar segea kembali ke area masing-masing, demi keamanan dan kenyamanan bersama. Setelah melaksanakan Operasi Sapu Angin Jam Malam, saya pun beristirahat, kembali ke penginapan sederhana yang sudah disiapkan di depan Bumi Perkemahan.

Minggu, 16 Oktober 2016, kegiatan ditutup pukul 13.30 WIB dan kemudian segenap jajaran panitia mengadakan rapat refleksi kegiatan, kemudian membubarkan diri, kembali keharibaan Istri Pertiwi, hehehe...

Mudah-mudahan segala bentuk pengalaman dalam kegiatan LLSC2K16 ini dapat membawa manfaat dan segala kenagannya tidak mudah lekang oleh waktu. Terima kepada Kapusdik Kwarcab Lamongan, Kak H. Imam, atas kepercayaan yang diberikan kepada saya sebagai Panitia Seksi pentas Seni dan Acara Panggung.

Keterangan:
Foto - foto dalam tulisan saya ini, bersama jajaran pelatih adalah dalam rangka Survey Lokasi Wisata Edukasi Gondang (WeGo), Minggu Pagi, bersama jajaran pelatih yang telah usai tugas kepanitiaannya.
WeGo akan dijadikan prospek kedepan, inshaAllah akan menjadi salah 1 Bumi Perkemahan Andalan KwarCab Lamongan. 

Salam Pramuka...!!

Rabu, 26 Oktober 2016

TUGAS PELATIH di KMD BABAT 2016



Salam Pramuka...!!

Babat, 7 Oktober 2016, tepat pukul 14.00 WIB, saya telah tiba di MTs. Bustanul Ulum, Desa Trepab, Babat untuk melaksanakan tugas perdana sebagai Pelatih Pembina Pramuka dalan kegiatan Kursus Mahir Dasar (KMD) Pembina Pramuka yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Kepala Madrasah (K3M) MI kecamatan Babat.

Setelah melakukan seluruh tugas pengembaraan
Sebagai bahan informasi, saya lulus Kursus Pelatih Dasar (KPD) tahun 2014 yang kebutulaan diselenggarakan oleh Kwarda Jawa Timur, yang ditempatkan di Sanggar Pramuka Kabupaten Lamongan. Dari 46 Peserta KPD (ada yang dari Bojonegoro, Madura, Tuban, bahkan Batam, namun dominiasi tetap dari Lamongan), alhamdulillah saya dinobatkan sebagai Lulusan terbaik.

Foto Bersama saat Malam keakraban
Adapun Tim Teknis dalam kegiatan tersebut antara lain :
Kak Sujiati, Kak Wafiq, Kak Imam, Kak Darsono, Kak Priyo Utomo, Kak Asemah, Kak Kamijo, Kak Sunaryo, Kak Heru Prabowo, Kak Budi Dasa, Kak Zamroni, Kak Sri Welas, Kak Sukarseh dan Kak Susilo (saya sendiri tentunya, hehe.. :) )







Kelompok Hasyim Ashari setelah menyelesaikan Tugas Pos 1


Dalam kegiatan KMD tersebut, saya mendapat tugas untuk memberikan materi tentang Kode Kehormatan, Motto  dan juga kiasan dasar gerakan Pramuka.  Kemudian, karena saya termasuk dalam tim teknis golongan Penggalang, maka saya pun harus tetap di kegiatan tersebut sampai usai.
Dalam Kegiatan tersebut, saya juga mendapat tugas sebagai Pelatih Damping untuk Kelompok Diponegoro. Sebagai informasi, peserta KMD terbagi ke dalam 6 kelompok, dengan nama Pahlawan, setiap kelompok beranggotakan 9 atau 8 orang.

Dari Kiri : Kak Zamroni, Kak Sunaryo, Kak Susilo, Kak Sujiati dan Kak Heru
Selama seminggu menjalankan tugas ebagai tim teknis KMD, banyak hal yang saya pelajari dari berbagai karakter peserta pada KMD kali ini. Apalagi peserta KMD kali ini rata-rata sudah berusia diatas saya, kira2 rata-rata diatas usia 35. Sementara usia saya belum genap 30. Hehe... J
Semoga kenangan-kenangan indah di KMD ini tidak akan terlupakan oleh Tim Teknis maupun oleh Peserta.

Salam Pramuka..!!

Selasa, 28 Juni 2016

Surat Perpisahan Tamu Agung Ramadhan


Wahai Saudarakau

Aku akan pulang
Sudah setengah bahkan sepertiga bulan bertamu,
Namun seringkali aku ditinggal sendirian.Walau sering aku dikatakan istimewa,
Namun perlakuanmu tak luar biasa.
Oleh-olehku nyaris tak kau sentuh...
Alqur'an hanya dibaca sekilas, kalah dengan update status smartphone dan tontonanmu.
Sholat tak lebih khusyu, kalah bersaing dengan ingatan akan lebaran.
Tak banyak kau minta ampunan, karena sibuk menumpuk harta demi THR dan belanja Lebaran.
Malam dan siangmu tak banyak dipakai berbuat kebajikan,
Kalah dengan bisnis yang sedang panen saat Ramadhan.
Tak pula banyak kau bersedekah, karena khawatir tak cukup buat mudik dan liburan.

Wahai Saudaraku,
Aku seperti tamu yang tak diharapkan.
Hingga, sepertinya tak akan menyesal kau kutinggalkan.
Padahal aku datang dengan kemuliaan,
Seharusnya tak pulang dengan kesia-siaan.
Ketahuilah,
Percayalah,
Aku pulang belum tentu akan kembali datang,
sehingga seharusnya kau menyesal telah menelantarkanku.
Masih ada beberapa hari kita bersama,
Semoga kau sadar sebelum aku benar-benar pulang...
"Karena umurmu hanyalah cerita singkat yang akan dipertanggungjawabkan dengan panjang".
Bumi Allah, Ramadhan 1437 H

Saudaramu,
Ramadhan.

Selasa, 23 Februari 2016

JURI PUTRA PUTRI SEKOLAH SMAN 1 MANTUP

Sabtu, 20 Februari 2016. Ya, di tanggal tersebut, saya mendapat undangan dari OSIS dan PANITIA Pemilihan Putra Putri Sekolah SMAN 1 MANTUP untuk menjadi Juri Kehormatan dalam ajang Final Pemilihan tersebut. Alhamdulillah, saya masih bisa memberikan satu lagi sumbangsih bagi perkembangan pendidikan di sekitar. :)

Jauh sebelum acara Grandfinal ini sebenarny, sudah sebulan sebelumnya, pihak kesiswaan dari SMAN 1 Mantup, bapak Toha, telh menghubungi dan berkonsultasi dengan saya, terkait hala-hal yang berkaitan dengan proses seleksi, karantina, running acara dan lain sebagainya. dari sms, bertelfon hingga bertemu secara langsung. 

Sebagai seorang duta, (Saya sebagai Duta Wisata Yak Lamongan 2010, dan Duta Wisata Raka Jawa Timur 2011, hehe.. :), saya sangat bangga bahwa ternyata ajang di SMAN 1 Mantup tersebut sengajaa diadakan tiap tahunnya untuk pemilihan duta sekolah. baru pada tahun ini mereka berharap pemilihan semi seperti Pemilihan di ajang Yak Yuk Lamongan. maka, sebagaai pertimbangan saya memberikan konsep dan lain sebagainya kepada pak Toha dan juga panitia terkait penyelenggaraan acara Pemilihan Putra Putri Sekolah SMAN 1 Mantup ini.

Bersama Rekan dari Paguyuban Yak Yuk Lamongan,
Yak Sasongko, Yak Susilo dan Yuk Eva
Sebagai Juri Kehormatan 
Akhirnya, saya pun juga memberikaan beberapa kumpulan soal seleksi duta wisata kepaada Pak Tohaa dan OSIS, yang tentu juga dikolaborasikan dengan soal lain tentang sekolah dan lingkungan yang sudah disiapkan oleh Panitia Pemilihan. Seleksi pun hanya dilakukan dalam sehari, berdasarkan pertimbangan efektifitas waktu. Sebelumnya, panitia menjadwalkan setiap hari ada seleksi dengan 1 materi seleksi.  Maka, saya pun memberi pertimbangan dengan seleksi 1 hari, sistem bagi loncat, artinya 2 seleksi dilaksanakan bersamaan, yang sudah selesai bisa loncat ke seleksi yang lain, dan alhamdulillah diterima. :)

Masalah Koreo dan gerakan di Panggung, saya serahkan kepada rekan dari Paguyuban Yak Yuk Lamongan, Yak Sasongko. kebetulan dia adalah Alumni dari SMAN 1 Mantup. Sebagai Informasi, dia adalah Yak Persahabatan 2013. Dia dibantu oleh Yuk Eva, yang merupakan Yuk Favorit 2013. Kelas koreo dilaksanakan sebelum seleksi Tulis, hari Senin dan Selasa, 15 dan 16 Februari 2016.

Saya bertugas di seleksi Wawancara dan Presentasi ( Bersamaan dengan Seleksi Tulis dan Talenta), di hari Kamis, 18 Februari 2016, Pukul 09.00 - 11.30 WIB. Jumlah peserta yang melaksakan tes bersama saya, 9 Putra dan 9 Putri, yang merupakan saling berpasangan dari pasangan kelas masing-masing. Selesai tes, saya pun memberi sedikit koreksi dan bekal terhadap peserta, ya mungkin saja bisa bermanfaat, kan berbagi ilmu tidak ada salahnya, hehe... :)


Sabtu, 20 Februari 2016. Saya pun kembali datang ke SMAN 1 Mantup, untuk penjurian akhir di babak Grandfinal. sebagai informasi, bahwa ternyata dalam  grand final ini, hanya ada 1 Juara masing-masing kategori Duta. Kategori Duta-nya adalag : Duta Wisata, Duta Lingkungan, Duta Lalu Lintas dan Duta Favorit. Maka saya, beserta 2 rekan saya, hanya menilai untuk mendapatkan Juara Duta Wisata, sementara Duta-duta yang lain dipilih oleh dewan guru SMAN 1 Mantup. Pak Mugito, Kepala Sekolah SMAN 1 Mantup, menegaskan bahwa dengan kerjasama yang baik dengan Yak Yuk Lamongan di Pemilihan ini, semoga juara dari SMAN 1 Mantup bisa bersaing di ajang tingkat Kabupaten. Saya, dan rekan saya pun, mengamini.

Singkat kata singkat cerita, akhirnya kami selesai menunaikan tugas sebagai juri kehormatan. Dan akhirnya terpilihnya masing-masing Duta di SMAN 1 Mantup. Kami mengucapkan selamat kepada yang terpilih, dan bagi yang belum terpilih untuk tidak berkecil hati. Kami juga mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan kepercayaaan yang diberikan kepada kami. (terima kasih juga buat amplop beserta isinya, hehehehe....). Mudah-mudahan di tahun depan, kerja sama yang baik ini bisa dilanjutkan. Selamat dan Sukses Duta SMAN 1 MANTUP.


Kamis, 26 November 2015

IPARKU MENINGGAL DUNIA

Kematian,
Sudah pasti ia akan datang,
Entah malam entah siang, entah pagi ataupun petang
Kematian,
Adalah milik raga yang masih bertuan,
Kemudian ia datang, menghampiri, mencabut dan memisahkan
Maka sesungguhnya tiap makhluk yang bernafas akan merasakan,
Betapa sungguh kematian adalah akhir yang tak bias dielakkan.
Maka tiada lagi kesombongan,
Maka tiada lagi kepongahan,
Maka tiada lagi kecintaduniawian,
Semua menangis, semua menunduk, semua menyesal, semua meratap.
Namun, takdir Allah adalah kepastian,
Dan saat datang kematian, maka itu adalah keniscayaan.
Ta’ziyah inilah menjadi pengingat kita semua, bahwa hidup bukanlah suatu keabadian.

RAHMAT, nama kakak Iparku yang meninggal di hari ini,
terpukul hatiku menangis penuh sesak tiada henti,
Bukan karena Allah memanggilnya, karena aku tahu kematian adalah Hakiki.
Tapi, tangisku karena melihat 2 anak perempuannya yang masih usia sekolah,
Mereka harus menanggung beban hidup tanpa ayah,
Lalu saudara perempuanku, yang harus berjuang sendiri meneruskan hidup, tanpa suami.
Jalan mereka masih panjang sementara sang pencari nafkah telah berpulang,
Sungguh, tangisku bukan perkara aku tak rela akan kematian
Sungguh tangisku bukan karena aku tak ikhlas akan kepergian,
Tapi air mata dan sesakku karena melihat mbak dan 2 keponakanku,
Yang harus begitu cepat menanggung hidup sendiri, tanpa suami dan ayah mereka lagi.

RAHMAT, nama kakak Iparku yang meninggal di hari ini,
terpukul hatiku menangis penuh sesak tiada henti,
Karena dial adalah malaikat penolong bagi saudara perempuanku,
Dahulu,  saat masih dirundung pilu,
Ia datang penuh kasih dan rindu
Tapi waktu begitu cepaat berlalu,
Dan kini Kak Rahmat pun harus kembali pulang kepadaMu.
Rasa sesal dan sesak dalam hati, pastilah ada walau setitik
Tapi, kami sadar bahwa semua itu adalah takdir yang tak dapat kami tolak.
Akhirnya kami hanya mampu berdoa agar arwahnya diterima disisi Allah SWT.

RAHMAT, nama kakak Iparku yang meningal di hari ini,
terpukul hatiku menangis penuh sesak tiada henti,
Semoga engkau tenang disana kak,
Semoga engkau terang jalanmu menuju kehadiratNya,
Biarkan saja istri dan anak-anakmu akan kami rawat semampu kami,
Memang inilah jalan yang harus kami lalui, tanpamu lagi.


Gresik, Selasa Pahing, 24 Nopember 2015 

Kamis, 12 November 2015

TENTANG (PROVINSI) MADURA



Beberapa minggu ini, santer dikabarkan di beberapa Televisi dan Media nasional bahwa Rakyat Madura melalu badan yang dibentuk, Panitia Persiapan Pembentukan Propinsi Madura (P4M) akan mendeklarasikan Provinsi Madura, tentu jika semua persyaratan administratif yang ditetapkan oleh negara dapat terpenuhi.

PROVINSI MADURA HARGA MATI !!, bunyi spanduk yang terbentang sepanjang tol SuraMadu Pintu Bangkalan. Dari nada HARGA MATI, seolah-olah koq rakyat Madura merasa bahwa sudah sangat tidak nyaman selama bernaung di dalam Provinsi Jawa Timur. Ada apakah gerangan? apakah kesejahteraan warga Madura kurang diperhatikan? Pembangunan Infrastruktur kurang? Pembangunan SDM kurang? Penanaman Modal kurang? Entahlah. Yang jelas, mereka punya alasan untuk memisahkan diri, dengan dasar Undang-Undang Otonomi Daerah.

Namun, ada juga beberapa warga Madura, yang berdasarkan wawancara di beberapa media, mengatakan belum siap/ pesimis jika Madura berdiri sendiri sebagai provinsi. Alasannya, terkait sumber daya manusianya yang masih perlu dikembangkan pola pikirnya dan juga masih perlunya persiapan yang lebih matang dan perbaikan infrastruktur yang lebih baik lagi agar mempercepat proses perkembangan jika kelak memang menjadi provinsi Madura.

Setiap pendapat dan kebijakan tentu tidak lepas dari pro dan kontra. Anggota P4M tentu sudah memikirkan dengan cermat jernih dan teliti tentang segala sesuatu hal ikhwal yang menyangkut tentang Deklarasi Provinsi Madura ini sehingga mereka berani untuk terbuka seperti saat ini. Apapun hasil perjuangan dari anggota P4M ini, baik diterima atau ditolak sebagaai Provinsi baru, semoga merupakan yang terbaik bagi Jawa Timur dan Madura khususnya.

(JIKA) MADURA benar-benar lepas dari Jawa Timur dan menjadi Provinsi sendiri, PROVINSI MADURA, maka ada beberapa kerugian yang akan dirasakan oleh Propinsi Jawa Timur. Karena saya adalah Duta Wisata Yak Yuk Lamongan 2010 dan Juga Duta Wisata Raka Raki (IRARI) Jawa Timur Tahun 2011, maka saya hanya akan membahas dari aspek budaya dan pariwisata saja. Adapun kerugian aspek budaya dan pariwisata yang akan dirasakan oleh Provinsi Jawa Timur antara lain :

1.    Senjata Tradisional Propinsi Jawa Timur, yang sudah tercatat dalam RPUL, ATLAS dan lain-lain, harus dirubah, karena CELURIT merupakan senjata asli orang Madura. Masak iya kita menggunakan senjata khas dari propinsi lain. Ganti saja, misalnya, celurit dengan kata ARIT, karena kebanyakan orang Jawa Timur pasti punya ARIT. Atau senjata khas Jawa Timur kita gunakan Bambu Runcing, (hehe...) kan di Surabaya ada Monumen Bambu Runcing.
2.    Termasuk Lagu daerah, Tanduk Majeng, Ole Olang juga akan ditanggalkan sebagai Lagu Daerah Jawa Timur. Kan sama, itu lagu punya orang Madura juga. Ganti saja, misalnya dengan lagu Semanggi Suroboyo, Lir-ilir, atau Jembatan Merah, yang tidak ada unsur-unsur Madura. Atau tidak ada salahnya kita menetapkan Lagu Tombo Ati, atau Padhang Mbulan sebagai Lagu daerah, karena Provinsi Jawa Timur merupakan Bumi Wali. Ada 5 dari Wali Songo yang ada di Pulau Jawa, sebaga landasan historisnya.  
3.    Kesenian Daerah, agaknya tidak begitu berdampak, karena meskipun kehilangan atraksi Karapan Sapi, kita masih punya Reog Ponorogo dan Jaranan Kepang Dor Lamongan, dan lain-lain. Sangat tidak mungkin kita tetap memaki karapan sapi sebagai ikon Jawa Timur. kata anak muda jaman sekarang mah, kita gak bisa move on, kan Madura sudah meyatakan putus dengan kita (Jawa Timur).
4.    Dari segi Produk Lokal, agaknya Jawa Timur juga harus menanggalkan Atribut "Lumbung Garam Nasional". Kan, lumbung garame ada di Madura. Nah, mudah-mudahan itu bisa menjadi cambuk bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk terus memacu pengrajin garam di Gresik agar bisa kembali menyandang atribut tersebut. Tapi, juga tidak perlu berkecil hati, karena atribut lumbung toh masih tetap ada, yakni “Lumbung Padi Nasional”
5.    Dari Segi Kuliner, maka kita akan kehilangan satu ikon kuliner, yakni Sate Madura. Kita sudah tidak bisa mengklaim bahwa Sate Madura adalah kuliner dari Jawa Timur, karena tentu akan menjadi Branding Kuliner bagi Provinsi Madura kelak. Maka, ini adalah kesempata bagi kuliner lain untuk meroket agar mampu menggantikan ikon kuliner Sate Surabaya tersebut, semisal Lontong Balap, Semanggi Suroboyo, Soto Lamongan, Nasi Boran.
6.    Dari segi Pakaian Khas, kita juga akan kehilangan ikon Baju Sakera, Baju-Celana komprang hitam, dengan dalaman kaos putih kombinasi merah, dengan udeng berlobang di kepala. Tentu saja, pakaian ini akan menjadi branding baru Provinsi Madura. Juga, kita akan kehilangan ikon Batik Madura, yang saat ini kebanyakan dipakai di instansi-instansi pemerintahan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Bahkan, saya dulu ketika menjabat Duta Wisata Raka Raki Jawa Timur, selain menggunakan PKJ juga harus menggunakan Kain Batik Madura, sebagai pakaian kebesaran dalam bertugas. Tentu, ini bukan masalah yang besar sebenarnya, Karen sesungguhnya Jawa Timur punya seabrek batik local. Sebut saja Batik Sendang Lamongan, Batik Gedhok Tuban, Batik Banyuwangen, dan lain sebagainya.
7.    Sisi positif bagi pariwisata Jawa Timur adalah, Pemerintah Jawa Timur, khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Menjadi lebih fokus dalam mengurus dan mengembangkan potensi dan daya tarik wisata yang ada di Jawa Timur, agar tidak kalah bersaing dengan objek Wisata yang ada di (Provinsi) Madura. Termasuk juga dalam mengembangkan industri pariwisataa kreatif lainnya, agar tanpa Madura pun, Jawa Timur eksis di Bidang Budaya dan Pariwisata tidak terpengaruh secara signifikan.

Salam Pariwisata

SUSILO PRAMONO, S.Pd.

Duta Wisata Yak Yuk Lamongan 2010, Duta Wisata Raka Raki Jawa Timur 2011.